Selasa, 04 Oktober 2016

Fenomena Sosial Padepokan Gatot Dan Kanjeng Dimas; Antara Logika Dan Nurani

Saat ini kita dijejali dengan berbagai fenomena sosial yang menohok hati, mengiris logika pikir yang ada, fenomena sosial yang dibalut dengan kemasan agama. Fenomena sosial adalah gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Menurut Soerjono Soekanto Fenomena Sosial atau masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
Fenomena munculnya padepokan Gatot Brajamusti yang diyakini oleh pengikutnya sebagai tempat berlatih diri menempa batin dan menyatu dengan alam, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Ilahi Rabbi, nyatanya hanya kedok belaka. Jualan agama menjadi daya tarik awal, terlebih bagi golongan tertentu artis jet set yang notabena kekeringan dari sisi spritual.
Terungkap padepokan ini menjadi sarang peredaran obat terlarang NARKOBA dan ajang pesta seks. Terlebih pasca imam padepokan tertangkap AA Gatot biasa disebut, terbuka semua kamuflasenya.
Yang terbaru muncul masih hangat dalam perbincangan mulut dan berita, padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, manusia yang satu ini muncul geger tatkala tertangkap oleh aparat Kepolisian terkait laporan dan dugaan pembunuhan terhadap pengikutnya. Selain itu dugaan penipuan penggandaan uang terhadap jamaahnya. Padepokan kanjeng Dimas ini bertujuan suci dan luhur, dengan niat membantu anak fakir miskin dan yatim agar tercapai kesejahteraan nya.
Dua fenomena ini, hemat penulis masing masing menggunakan jargon agama, atau hal hal yang terkait dengan pemberdayaan keimanan dan ketakwaan. Membangun suatu majlis atau padepokan didasari niat awal tadi dengan harapan dapat menarik jamaah. Dan trik ini berhasil dilakukan oleh Gatot dan Taat Pribadi. Hingga lambat laun memiliki pengikut dan jamaah yang siap menuruti apa kata sang Imam tersebut.
Dua hal yang berbeda akibat perbuatan masing masing namun terdapat kesimpulan yang sama, telah terjadi upaya “kapitalisi agama” yang berkedok ke-Islaman-an. Dalam bahasa al-Qur`an ada peringatan mengenai larangan “menjual agama” sebagaimana tertera dalam firman Allah pada surat al-Baqarah 41: ”Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah”. 
Sungguh ironis Al Qur’an sebagai kitab suci nekat diterabas hanya karena dorongan ingin mendapat materi duniawi. Posisi ini memperlihatkan ‘agama’ menjadi komoditi. Kesuciannya ternodai oleh arogansi nafsu yang tidak terkontrol. Sungguh terlalu…!!
Kejadian ini merupakan tragedi sosial, ada apa dengan kita, kenapa ingin mengambil dengan cara yang instan ingin menggandakan uang tanpa harus kerja dan usaha. Tanpa melewati proses ikhtiar mendapatkan uang tersebut
Secara sosial, kasus ini merupakan pelajaran yang harus di cermati, dijadikan pelajaran. Secara hukum pelaku nya harus diadili sesuai koridor hukum yang berlaku.
Secara politik, meski tidak secara kasat mata ada kaitan, namun mempengaruhi stabilitas sektor keuangan bila kasus penggandaan uang tidak cepat diselesaikan. Akan terjadi kegaduhan politik di masyarakat atas dan bawah. Dan akan mempengaruhi kebijakan publik yang diterapkan juga.
Isu kanjeng ini menarik para politisi di DPR sehingga harus menjadwalkan kunjngan komisi 3 bagian hukum ke padepokan, melihat dan mencari bahkan kalo perlu bikin Pansus khusus Dimas kanjeng..... Duhh, serasa gimana gitu perhatiannya...

Rupanya Dimas Kanjeng menggunakan tokoh publik dalam menarik jamaahnya, pose bareng presiden, wapres, kapolri, panglima TNI agar dikesankan akrab dengan pejabat (masih perlu dilacak kebenarannya). Sampe tokoh cendekiawan semacam Yunda Marwah Daud Ibrahim pun siap pasang badan menjadi tameng padepokan ini. Ia meyakini segala ucapan dan tindakan Dimas Kanjeng benar dan memiliki karomah yang nyata.

Bersambung.....

Sabtu, 11 Juni 2016

Pertanian Organik sebagai Solusi Pertanian Modern*

Oleh Aep Saefullah
(Pemerhati Kebijakan Publik tinggal Di Desa/Kecamatan Cibingbin, Kuningan)

Posisi geografis Indonesia memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Letaknya yang dilalui oleh garis katulistiwa, menjadikan Indonesia dari dulu memiliki jargon tanah yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi.. Letak geografis yang memberikan kesuburan tanah Indonesia ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan capaian hasil-hasil pertanian yang membanggakan. Terbukti, sampai sekarang ini Indonesia belum mampu untuk berswasembada beras yang posisinya adalah sebagai kebutuhan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Tentu kalau menilik potensi SDA yang ada bukan faktor tersebut yang mengakibatkan produktifitas pertanian di Indonesia berjalan lamban, yang perlu mendapat sorotan adalah program atau sistem pertanian yang dikerjakan di Indonesia. 

Jika memperhatikan sistem pertanian di Indonesia, sebagian besar masih dikerjakan secara tradisional (untuk tidak menyebut seadanya), dimana posisi petani adalah orang yang paling berkepentingan terhadap sistem pertanian itu sendiri. Thus, pertanian Indonesia seakan hanya untuk memenuhi kebutuhan skala mikro an sich, yaitu petani dan keluarganya. Padahal, seyogyanya Indonesia dengan lahan pertanian 191.946.000 ha mampu menjadi lumbung pangan dunia yang pada saat sekarang ini kebutuhan akan bahan pangan dunia terus meninggi (Kompas, 7 Februari 2011), dan tidak sebaliknya Indonesia justru memperkeruh kondisi pangan dunia dengan melakukan kebijakan fiskal dengan peniadaan bea masuk impor pangan, ini artinya pemerintah sama saja tidak mengutamakan produktifitas pangan nasional. 

Sistem pertanian tradisional semacam ini pasti sangat sulit untuk berkembang, dan petani (baik pemilik apalagi penggarap lahan) akan selalu jauh dari kemakmuran. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi ekonomi petani Indonesia yang mengandalkan pertanian sebagai satu-satunya gantungan hidup, ketika mereka sedikit saja keluar dari wilayah makan untuk memenuhi kebutuhan skundernya maka hasil pertanian itu sungguh tidak signifikan. 

Mensejahterakan petani Indonesia dengan total penduduk 260 juta jiwa dimana 41 juta penduduknya adalah petani memang tidaklah mudah, setidaknya dibutuhkan konsep pertanian besar tetapi tetap merakyat, sehingga muara kemakmuran adalah pada petani, bukan pada tengkulak atau pedagang agribisnis semata. konsep pertanian rakyat meliputi pengelolaan pertanian (termasuk pengolahan lahan dan perlakuan tananaman) serta pengelolaan pasca panen. 

Bagaimana kondisi petani pada saat pengelolaan pertanian? Tidak asing terdengar di telingah kita ketika memasuki musim tanam, petani akan dihantui oleh sejumlah kelangkaan. Mulai dari kelangkaan pupuk, kelangkaan bibit dan terkadang kelangkaan obat-obatan. Padahal ketersediaan Pupuk, Bibit dan Obat-obatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertanian (rakyat), ketika satu saja dari elemen tersebut tidak tersedia maka hasil pertanian pun tidak akan maksimal. Kelangkaan bibit mendorong petani untuk menggunakan bibit seadanya yang tidak memenuhi standar mutu benih, sehingga bisa dipastikan tanaman yang tumbuh-pun tidak memiliki kualitas yang baik. Demikian juga dengan minimnya ketersediaan pupuk di petani, akan menjadikan tanaman yang ditanam merana dengan masa depan panen yang tidak jelas. 

Belum terkawalnya regulasi pemerintah tentang pendistribusian pupuk serta obat-obatan sampai ditangan petani merupakan persoalan serius yang harus segera diselesaikan, sehingga terhindar dari permainan oknum tidak bertanggungjawab memanfaatkan momentum kebutuhan tersebut untuk lebih mencekik leher petani dengan menimbun serta menjual kebutuhan pertanian dengan harga tinggi. Petani di Indonesia memang sebagian besar belum bisa melepaskan diri dari ketergantungan pupuk dan obat-obatan kimia. Walaupun untuk jangka panjang, pertanian dengan menggantungkkan pada pupuk dan obat-obatan kimia akan semakin memperpuruk kondisi kesuburan tanah dan kerentanan akan serangan hama dan penyakit.
Penggunaan pupuk kimia memang menjadikan tanah pertanian subur secara instan, karena unsur hara yang mensuplai kesuburan tanah tidak ikut terbaharui dengan penggunaan pupuk kimia ini. Oleh karenanya, penggunaan pupuk kimia tidak ubahnya sebagai suplemen yang memforsir kesuburan tanah dalam waktu singkat tanpa menghiraukan ketersediaan unsur hara yang masih dikandung oleh lahan pertanian tersebut. Kondisi ini lambat laun akan mengikis kesuburan tanah/lahan yang terus dieksploitir. 

Setali tiga uang, penggunaan pestisida dan obat-obatan kimiawi memang dengan cepat mampu mengusir hama dan mengobati penyakit tanaman. Namun, sampai kapan hama dan penyakit itu mempan dengan obat-obatan kimiawi tersebut? Sebab hama dan penyakit lambat laun akan membangun kekebalan tubuh terhadap obat-obatan kimia. Meracik dan menciptakan bahan kimia baru juga bukan merupakan solusi tepat untuk mengatasi hal ini, sebab disamping keevektifitasan-nya yang tidak sebanding dengan perkembangan hama dan Penyakit, unsur kimia dalam pestisida ini juga tidak bisa hilang pada hasil produk pertanian yang akan dikonsumsi oleh manusia. Jadi produk pertanian dengan menggunakan pestisida kimiawi cenderung mengarah pada makanan yang tercemar.
Beberapa negara telah memberlakukan peraturan ketat tentang bahan pangan yang mengandung kimiawi ini. Sejalan dengan hal tersebut maka banyak negara yang hanya mau mengimpor bahan makanan yang bebas dari unsur kimiawi. 

Pertanian Organik sebagai Solusi

Melihat perkembangan dunia pangan khususnya produk pertanian dewasa ini, sudah menjadi keharusan apabila pertanian dilaksanakan secara organik. Potensi mengembangkan pertanian organik di Indonesia pun terbilang sangat terbuka lebar, hal ini karena tersedianya berbagai unsur tanaman yang berfungsi sebagai pupuk organik maupun pestisida nabati serta memungkinkan berkembangbiaknya musuh alami (Predator) bagi pengendalian siklus hidup hama dan penyakit.
Pupuk organik (kompos) sudah tidak asing lagi bagi petani-petani di Indonesia. Pada era pertanian klasik kompos yang biasanya terbuat dari kotoran hewan maupun sisa-sisa tumbuhan yang telah membusuk digunakan sebagai bahan andalan penyubur tanaman. Seiring dengan maraknya penggunaan pupuk kimia keberadaan pupuk organik pun mulai ditinggalkan oleh para petani.
Begitu-pun dengan perkembangan hama dan penyakit , banyak yang menilai hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor , seperti ; anomali cuaca dan rusaknya ekosistem alam. Tetapi meningkatnya hama dan penyakit tanaman dewasa ini juga tidak menutup kemungkinan karena berkurangnya musuh alami (predator) di alam bebas, sehingga terjadi ketidak seimbangan ekosistem. Contohnya; mewabahnya hama tikus dikarenakan populasi ular yang sudah langka, mewabahnya wabah belalang karena menurunnya populasi burung pemakan belalang, dan lain sebagainya. 

Disamping penggunaan musuh alami untuk pengendalian hama dan penyakit, penggunaan pestisida nabati juga sangat mungkin untuk diterapkan. Indonesia memiliki varitas tumbuhan obat untuk penggunaan pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati ini juga sudah tidak asing lagi penggunaannya oleh para petani tradisional. Seperti penggunaan tembakau untuk mengusir hama wereng dan lain sebagainya. Di era sekarang ini pun semakin banyak ditemui beberapa ekstrak tanaman untuk menanggulangi hama dan penyakit, seperti penggunaan ekstrak lengkuas untuk pengendalian penyakit layu pada pisang, ekstrak daun siri untuk mengurangi kebusukan pada buah salak dan tentunya masih banyak lagi model pengendalian hama terpadu dengan menggunakan teknik non kimiawi dengan menggunakan ektraks tumbuhan yang berfungsi untuk mengendalikan Hama dan Penyakit pada tanaman. 

Pertanian organik memang tidak memberikan reaksi instan pada hasil-hasil pertanian, akan tetapi dengan pelaksanaan pertanian organik akan membawa pertanian berjangka panjang dan memberikan solusi bagi tersedianya bahan pangan yang sehat. Oleh karena itu di era pertanian modern sekarang ini, penerapan pertanian organik mutlak diterapkan, secara gradual dan sistematis para petani sedikit demi sedikit dikurangi ketergantungannya terhadap bahan-bahan kimia. 

Penerapan pertanian organik bisa berjalan dengan beberapa syarat : pertama, ada political will dari pemerintah dengan penerapan program-program pertanian organik, kedua, didukung oleh tenaga penyuluh yang kompeten dan langsung terjun ke lapangan (petani), ketiga, bekerja sama dengan lembaga riset/perguruan tinggi untuk mendapatkan temuan-temuan baru di bidang pertanian organik. Kerjasama dengan peneliti dan Perguruan Tinggi ini penting agar penemuan-penemuan hasil penelitian iitu dapat diaplikasikan dalam bentuk nyata didunia pertnian, bukan hanya sebagai karya ilmiah yang dibukukan dan dijadikan referensi di perpustakaan-perpustakaan tanpa aplikasi nyata.
Dengan terlaksanananya sistem pertanian organik, berarti lepasnya ketergantungan petani dari pupuk dan obat-obatan kimia, masa depan pertanian di Indonesia akan semakin baik, para petani bisa mandiri serta produk pertanian jelas semakin berkualitas. Semoga.


 *Diolah dari berbagai sumber

Senin, 15 Juni 2015

Kontroversi calon ka BIN

Para pengamat Dan politisi kini mulai nahan diri, sikapi gerak, langkah Dan manuver Jokowi..
  Manuver yg selama ini dinilai amatiran, keluar Dr pakem yg ada ternyata ga melulu keliru, sering juga tepat sasaran, mungkin presiden sudah hapal pola strategi nya. Ada kalanya, tarik ulur jebakan batman...
Di lingkup kordinasi polkam kini lagi rame dibahas Dan akan dimasukan ke senayan, rotasi ka BIN Dan panglima tni..
  Dibawah lingkup polkam, sudah terisi, sebelumnya menkopolkam menkumham, Jagung, kapolri, 3 pertama diisi oleh politisi pendukung Jokowi. Sebentar lg posisi ka bin juga sedang tahap pengajuan..
Sebagai presiden Dan panglima tertinggi di tentara, Jokowi berhak memilih siapapun dari matra darat, laut Dan udara.
Sesuai UU TNI, panglima diajukan Dan dipilih oleh presiden. Yg bakal jadi calon panglima jenderal gatot nurmantyo, yg sekarang jabat Kasad.
Jaman sby dua periode, rotasi panglima tni, berdasarkan kompetensi n rotasi angkatan, agar kesenjangan antar matra tidak terjadi. Pakem ini dinilai baik, sekarang Jokowi memilih sesuai selera, jenderal muldoko yg mau pensiun dari matra darat, calon pengganti nya jenderal gatot tetap dr matra darat juga.
Seharusnya kalo mengikuti rotasi, angkatan udara yg sekarang berhak jd panglima tni.
Lihat situasi di senayan, kayaknya calon panglima tni bakal mulus bebas hambatan, ibarat tol cikampek - palimanan bablas angine..
  Posisi lain di lingkup polkam yg akan diganti yakni ka BIN.  Ini yg paling kontroversial..
Awak media plus pengamat melihat pengajuan calon ka bin, letjen sutiyoso (bang tos) persis seperti pengajuan calon kapolri BG kemarin. Jebakan batman .
  Yg sudah2 pemilihan mentri, BG, selalu pake tangan ketiga, seolah olah Jokowi ga Mau kotor, lepas Dr beban. Gua udah ajuin, lu ga lolos, bukan urusan gua lagi.  Kira kira begitu.
  Kontroversi bang yos, yg diajukan sebagai calon ka BIN, umur 70 thn, ketua parpol, pelaku sejarah kudatuli peristiwa kudeta kantor pdip, selama di militer bukan ahli nya si bidang intelejen, bagi bagi kekuasan pendukung koalisi..
[20:56 14/06/2015] aep saefullah: Badan intelijen negara (BIN) merupakan lembaga think tank, penyuplai data, kebijakan negara diambil setelah pasokan data masuk.. perlu sosok yg kredibel nakhodai CIA nya Indonesia ini
Bang yos selama karir militer nya, ga pernah bersentuhan langsung dengan dunia intel, bahkan lebih dikenal sosok sipil nya. 2 kali jabat gubernur dki, pinter nyanyi lagu2 jadul. Beda dengan sosok ahli nya, seperti am Hendropriyono Dan agum gumelar.
  Apa kerjaan intelijen? Dunia ini serba rahasia, dibilang ga ada prestasi nya, tapi sekali salah ngolah data, fatal alamatnya, Dan dia yg pertama Kali disalahkan.
  Ilmu intelijen belum terlalu banyak yg tau, kecuali pelaku nya langsung. Ada intelijen tni, polisi, sipil tentu beda kerja dan pola tupoksi nya. Guru besar di bidang ini pun sedikit, salah satunya Hendropriyono..
Seorang intel, ibarat pengupas buah nangka, sebelum disajikan ke tamu, nangka dikupas, meski ada getah n kulit nya. Tamu ga harus tau caranya, yg penting enak dimakan.
Begitu juga dgn negara, data matang siap disajikan ke presiden, kalo benar, presiden senang intel ga dapat apa2 karena sudah tugasnya. Tapi kalo salah, intel yg di damprat duluan.
Tugas deputi 1 Dan deputi lainnya ga boleh tau apa yg dikerjakan, masing masing rahasia. Serba secret..
Pengajuan bang yos jadi calon ka bin, seperti nya bakal mulus juga, mengingat di senayan, sudah harmonis dgn Jokowi. Itupun kalo rencana Dana aspirasi 20 milyar/anggota cair juga.. hehehe
Dari pdip pun ga ada yg kontra, mendagri cahyo kumolo juga ikut mendukung.. senior sy di pdip, kandidat kuat mayjen purn TB hasanudin yg jauh hari dijagokan, adem ayem tuh .
Seharusnya internal pdip yg menolak, mengingat bang yos terlibat langsung di penggrebekan kantor pdip di menteng.
Yang nyaring menolak, justru dari kalangan aktivis ham, kontras, lbh. Mereka akan buka aib Dan dosa sutiyoso ini semasa di militer terlebih pas jadi pangdam jaya..
Terakhir, juga dari kalangan NU kecewa sama Jokowi, merasa di khianati, lantaran jago mereka wakil ketum pbnu As,ad Ali yg mantan wa kabin era Hendro

*tulisan repost dari group WA 
Konferensi Asia afrika 22-27 April 2015
Sedikit catatan dr perhelatan acara konferensi Asia afrika di Jakarta-bandung.
KAA2015 kemarin bisa dibilang retorika bualan Jokowi... miskin ide, non kreatif, ga substantif, ngulang Ngulang.
Sebetulnya KAA2015 kemarin proyek nya luhut binsar panjaitan, jenderal yg jabat kastaf kepresidenan yg posisinya masih di gugat di ma.
Dr acara seremonial di KAA2015 ini ga bisa banyak di harap kan, ga ada aksi nyata.. cuman hambur hambur anggaran negara.
Peran Indonesia khusus nya Jokowi belum maksimal dalam memposisikan di percaturan politik global.
Mungkin karena banyak tekanan politik di tingkat dalam negeri, sehingga gerakan Dan arah politik luar negeri jd ga jelas.
Point inti dari pidato Jokowi di KAA2015, mendukung kebebasan palestina, kedaulatan negara di Asia afrika, hegemoni amerika di dunia.
Malah seperti nya Jokowi cuma membacakan sama, tanpa ngerti apa yg di baca... Justru yg jd populer siapa penulis naskah pidato nya.
Sumber Dr istana, yg nulis naskah pidato Dr tim substantif yg terdiri Dr kastaf kepresidenan, menlu, mensesneg, seskab.
Sudah usia 60 thn kaa berjalan terhitung Dr 1955, hampir tiap kegiatan ini selalu sama point nya. Mendukung kebebasan palestina,tanpa di iringi langkah konkret riil, sampe perdana mentri palestina, komentar " kita butuh langkah konkret, bukan pidato.."
Dua point kedua kedaulatan negara di Asia afrika Dan hegemoni amerika. Satu tujuan, beda tafsir.. maksudnya Jokowi apa ???
Tersirat KAA2015 ini yg jd tuan rumah nya adalah tiongkok. Indonesia jd eo saja. Sejak rezim Jokowi JK, lebih memilih poros China-Rusia, China sebagai negara yg saat ini mampu menjadi negara adidaya selain AS.
Jokowi mendekati China konon mengharapkan bantuan Dana tol laut yg tak kunjung turun. Makanya sesumbar ke amerika, ga butuh imf, adb dll.
Atau bisa jadi, cuma retorika saja yg Sebetulnya Jokowi ingin dirangkul lg oleh AS. Info yg masuk, AS sudah menolak Jokowi
jauh hari, yg dinilai lebih pihak ke kutub China Rusia.
Kalo benar ingin hapus hegemoni amerika, putus imf, adb Dan pulang kan Sri melayani cs yg disana. Jauh lebih jentel...
Retorika Lain yg dipertonton kan Jokowi, apa berani melawan amerika, apa berani melawan hegemoni ekonomi dan militer amerika, kalo dia saja masih tunduk dan patuh sama megawati.. ???
Menolak kemauan mega untuk tidak jadikan BG wakapolri aja ga berani, lantas melawan negara adidaya.. ingat dollar jd barometer ekonomi Indonesia, sekali goyang, jatuh sekarat.. begitu jurus AS
Terlepas itu semua, efek domino Dr penyelenggaraan KAA2015 batu akik mendunia, bandung message nya tercapai, acara berjalan lancar sukses. Indonesia di mata dunia terhitung sukses.
Terimakasih luhut panjaitan... terimakasih Jokowi.. terimakasih xi jinping..
--

*tulisan repost dari group WA
BG next kapolri ?
Tadi siang mampir ke divhumas mabes polri, ngobrol sama staff di sana. Salah satu staff yg pangkat akp cerita situasi internal di mabes.. proses pengangkatan BG jadi TB 2. ����
Kasus BG sebenarnya masih berjalan, cuman karena praperadilan kpk kemarin lolos, dilimpahkan ke bareskrim.
Masuk kesini, dah tau lah, pasti jeruk sama jeruk. Aman, clear n clean.
Jokowi punya hutang budi, harus cari tempat yg cocok demi pulihkan harkat martabat BG.
Pasca BH dilantik jadi kapolri, banyak usulan BG ditempatkan di mentri, ka BIN, atau lainnya yg setingkat mentri.
Dukungan Dr istana, DPR juga kompak. Jadi kapolri aja pantas, apalagi is wakilnya..
Jawaban iya sudah dapat, td siang dilantik di mabes setelah keputusan wanjakti bulat.
Aneh nya Jokowi ga tau kalo BG jadi wakapolri?
Proses seleksi bintang 3, 2,1 memang mutlak internal mabes. Ada 9 orang yg jabat komisaris jenderal yg bintang 3. Dilantik sama kapolri.
Sesuai uu kepolisian, usia akhir polisi 58 tahun. Jabatan BH tinggal setahun lagi, sampe juni 2016. Setelah itu BG baik. Jadi kapolri.. ����
Di dunia militer atau polisi, banyak yg pinter. Tapi yg beruntung sedikit. BG cuman sabar dikit nunggu jd kapolri.
Ngutip Dr Napoleon Bonaparte, dia ga butuh 10 panglima perang yg pinter, tapi cukup  satu yang beruntung..
Apa dampak BG jadi kapolri?
Yg dihawatirkan masyarakat betul, proses hukum ga berjalan, sosiologis masyarakat gerah, kriminalisasi kpk dll.
Cuman fakta hukum dan politik mensahkan BG harus jd kapolri.
Malam sebelum dilantik, petinggi parpol mega, paloh cs ngumpul di teuku umar. Bisa jadi muluskan langkah BG
Dah rahasia umum BG anak emas mega. ��
Yang seru, pasti om beye Dr cikeas ga tinggal diam.  Meski dah pensiun tetap pengaruh nya mengakar di trunojoyo. Kalo di skor 2-0 untuk doi. Gagal nya BG kemarin ada peran nya.
BH juga masih inner circle nya doi, liat komentar fraksi demokrat sebelum nya, setelah deal beres, dukung full BH jd kapolri.
Kalo kongres demokrat besok masih netapkan sby jadi ketum, alamat BG ga tenang was was. Bisa jadi mimpi jadi TB 1 ga kesampaian ��
Tetap Jokowi kudu baekan sama mega, kalo memang sebagai petugas partai.

 *Tulisan posted di group WA

Jumat, 06 Februari 2015

6 Tempat Yang Cocok Untuk Inspirasi Bisnis



Mungkin anda salah satu dari sekian banyak orang yang sedang berusaha menemukan bisnis yang cocok untuk dijalankan, duduk di meja kerja ditemani kopi sambil mencoret-coret lembaran kertas dan menuliskan ide-ide yang terlintas di pikiran. Hal yang anda lakukan tidak ada salahnya, hanya saja kurang efektif karena potensi inspirasi yang bisa anda dapatkan akan sangat terbatas pada pikiran dan berdasarkan pada memori saja. Sedangkan untuk bisa mendapatkan banyak inspirasi kita harus mengandalkan seluruh panca indera dan sekaligus berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Walt Disney mendapatkan inspirasi membangun Disneyland yang megah dari acara tamasya keluarga, Johnny Andrean pendiri J.co, mendapatkan ide-ide kreatifnya lewat hobinya yaitu travelling. Andika Kairuliawan sukses jadi pengusaha bengkel berawal dari hobi dan mengamati hasil kerja bengkel di lingkungan sekitarnya, Lalu dimanakah tempat yang ideal untuk mendapatkan inspirasi bisnis ?
Berikut adalah tempat yang ideal untuk mendapatkan inspirasi dan ide kreatif berwirausaha, dikutip dari situs www.wartawirausaha.com :
Rumah
Amati sekeliling dalam rumah dan sekitarnya, apa yang anda rasa kurang baik, dapat menjadi lebih baik lagi atau yang sering menimbulkan masalah namun jarang dicermati. Misalnya ventilasi udara yang cepat kotor, perabot kamar mandi yang tidak tertata dan kurang enak dilihat, tata letak perabot dapur dll. Bila anda perhatikan hal tersebut di rumah anda, kemungkinan juga pemilik rumah yang lain juga mengalami masalah-masalah yang sama. Dari lingkungan dalam rumah saja sudah banyak hal yang bisa menjadi inspirasi untuk membuat jasa perbaikan atau service. Belum lagi sekitar pekarangan, misalnya jasa menata kebun, dekorasi taman atau penyedia bibit dan bunga taman.
Lingkungan tempat tinggal
Tetangga sekitar anda juga dapat menjadi sumber inspirasi bisnis. Sebagai orang yang tinggal dalam satu lingkungan, tentu anda paham dengan demografi komunitas anda. Misalnya kebanyakan tetangga anda adalah keluarga muda yang sibuk bekerja. Anda bisa mencoba membuka jasa laundry kiloan, jasa renovasi rumah dan instalasi listrik, perbaikan alat rumah tangga dan perangkat elektronik. Atau bila punya keahlian niaga, misalnya membuka toko barang kebutuhan sehari-hari.
Tempat Kerja
Bila posisi anda adalah karyawan pada satu perusahaan dan bermaksud mencari bisnis sampingan, anda bisa mencari inspirasi dengan mengamati apa yang rekan-rekan anda butuhkan, dapat juga langsung bertanya kepada teman-teman kantor. Yang telah banyak dilakukan oleh pelaku side-job diantaranya; bisnis-bisnis kecil dari jual pulsa, jual makanan ringan, memiliki online shop tapi sebagian juga ditawarkan kepada rekan kantor, mengajar les anak teman kantor, servis komputer dan perangkat elektronik, hingga berkolaborasi membentuk usaha diluaran dengan modal bersama.
Tempat perbelanjaan
Apa inspirasi yang bisa didapat dari supermarket? Bila anda pecinta kuliner atau hobi memasak, dengan melihat bahan-bahan baku yang tersaji disana anda mungkin terpikirkan untuk membuat resep atau meracik makanan yang bisa dijual. Bila memiliki minat dan menjadi pengamat dalam bidang agrobisnis, anda melihat komoditi tertentu yang belum ada di supermarket tersebut dan punya data petani yang memiliki ketersediaan komoditinya, anda mungkin terinspirasi untuk memposisikan diri menjadi penghubung dan penyalur komoditas tertentu ke supermarket tersebut.
Sekolah
Bila anda adalah orang tua yang bertugas untuk mengantar anak sekolah, inspirasi bisa muncul saat anda sedang berada di sekolah. Terutama bila anda telah mengenal baik sesama orang tua murid dan guru. Pengadaan alat tulis, kertas, mesin fotokopi, seragam olahraga, seragam guru, kantin, penawaran les privat adalah beberapa petunjuk yang dapat dikembangkan menjadi sebuah peluang.
Saat Berlibur
Waktu liburan adalah waktu untuk bersenang-senang, namun ada baiknya juga untuk tetap membuka mata terhadap adanya kemungkinan peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai bisnis. Inspirasi bisnis bisa muncul misalnya saat anda berlibur kesuatu tempat dan menemukan souvenir-souvenir kreasi baru yang bernilai tinggi namun belum terekspos secara luas dan pengrajin memang terkendala karena tidak tahu bagaimana pemasaran. Saat itu anda harus memikirkan untuk mengambil peluang tersebut dan memposisikan diri untuk bekerja sama dalam hal pemasaran.
Itulah beberapa tempat ideal bagi anda untuk menemukan inspirasi dan ide untuk bisnis. Hal penting yang harus diingat adalah apapun ide yang muncul dan kemudian layak diproses menjadi sebuah konsep usaha tentunya harus mengandung nilai jual dan dibutuhkan.

Sumber : Ciputra Entrepreneurship

Kamis, 05 Februari 2015

KPK Vs Polri : Perlunya Ketegasan Jokowi Dalam Kasus Bambang-Budi

Kasus hukum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi sudah merusak citra pemerintahan Jokowi-JK yang akan genap  100 hari kerja Presiden Jokowi pada 27 Januari 2015. Jokowi disebut banyak kalangan tidak tegas. Apalagi Jokowi sudah memproklamirkan berada di posisi tengah tanpa memihak salah satu pihak.

Benarkah Jokowi tidak tegas dalam kasus Budi Gunawan yang di tangani KPK dan kasus Bambang Widjojanto yang ditangani Polri? Dari dua keterangan pers yang disampaikan Jokowi pada 23 Januari di Istana Bogor dan 25 Januari 2015 di Istana Kepresiden, sebetulnya sudah menunjukan ketegasan dirinya sebagai seorang presiden. Apalagi Jokowi juga membentuk tim independen untuk mengurai kasus KPK versus Polri.

Ketegasan Jokowi yang tidak berpihak ke salah satu pihak, harus dimaknai dalam tinjauan masa depan. Yang ingin diselamatkan oleh mantan walikota Solo tersebut adalah lembaganya, bukan personal KPK dan Polri. Justru, jika Jokowi berpihak dan melakukan intervensi ke KPK atau Polri malah akan berbahaya di masa depan.

 Dalam hal ini, benar apa yang disampaikan aktivitas hukum yang juga Ketua Umum Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis.“Terlalu pagi untuk kecewa dengan Pak Jokowi, tapi saya sedih jika beliau tidak segera mengambil tindakan," ujar Todung seperti dikutip Tempo.co, Sabtu, 24 Januari 2015.

Jokowi sendiri memastikan, suatu saat jika menyangkut kewenangannya, akan menggunakan kewenangan itu.  ”Saya tak mau mengambil keputusan sebelum bertanya dengan banyak pihak. Itu sudah tipe saya,” kata Presiden Joko Widodo dalam wawancara khusus dengan Kompas, Sabtu, 24 Januari 2015.

Ketegasan Jokowi juga nampak dengan permintaan agar KPK dan Polri sama-sama membuat kasus hukum yang ditangani dilakukan secara terang benderang. Artinya, jangan ada intervensi dari pihak mana pun. 
 
"KPK dan Polri bahu-membahu memberantas korupsi. Biarkan KPK bekerja, biarkan Polri bekerja, tidak boleh ada yang merasa sok di atas hukum. Jangan ada kriminalisasi dan proses hukum yang terjadi harus dibuat terang benderang, transparan agar proses hukum dapat berjalan baik, jangan ada intervensi dari siapapun," kata Jokowi.

Posisi ditengah yang diambil oleh Jokowi, karena Presiden ingin memberikan ruang kepada KPK dan Polri bersama-sama membuktikan proses hukum di dua lembaga itu berjalan benar. Baik KPK maupun Polri harus betul-betul bersih dan kewibawaan lembaga penegak hukum dapat dijaga.

Posisi Jokowi yang berada di tengah tersebut, dipahami oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya yang sudah bertemu langsung dengan presiden.Menurut Yunarto, dirinya memahami posisi Presiden dengan semua tarik-menarik kepentingan politik di sekitarnya.

Presiden kata dia, memang harus berdiri di tengah semua lembaga negara, tidak boleh ada intervensi yang berlebihan terkait situasi yang terjadi.

Analisis Mengapa Presiden Jokowi Tidak Berpihak

Sejauh pengamatan, terdapat tiga alasan mengapa Presiden Jokowi tidak condong ke KPK maupun Polri. Pertama, Institusi Polri akan menjadi ‘angkuh’ jika Jokowi cenderung ke Polri dan seolah mendapatkan Polri mendapatkan restu Bambang Widjoyanto menjadi tersangka

Bahkan, bukan tidak mungkin Polri melakukan berbagai proses yang disebut dengan kriminilisasi. Nah, dengan adanya warning dari Jokowi, Polri akan terbeban menyelesaikan kasus secara objektif.

Kedua, jika Jokowi berpihak ke KPK dalam kasus Budi Gunawan, Jokowi akan dicatat oleh sejarah mengintervensi kasus hukum yang berkaitan dengan kekuasaan. Bahkan, dengan permintaan Jokowi kepada KPK untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan kasus Budi Gunawan secara objektif.

Jokowi ingin lepas dari kepentingan elit partai khususnya PDI Perjuangan.  Jika nanti faktanya, Budi Gunawan benar terbukti menerima suap sebagaimana alasan KPK Mejadikan tersangka , Jokowi tidak ikut dalam kepentingan PDI Perjuangan.

Ketiga, jika Jokowi berpihak ke salah satu institusi maka akan menjadi komoditas politik dan isu hukum yang semakin rumit. Bahkan, ini akan mengganggu pemerintahan Jokowi lima tahun kedepan



tulisan dikutip dari blog Politikerja